Sabtu, 28 Juli 2018

Penelitian Mengenai Salesman


                                   

                                                Penelitian Tenaga Penjual
                  Salesman yang handal  (Pelajari tiga variable berikut ini ):



Pagi-pagi bapak Sales Direktur melakukan kunjungan mendadak ke suatu distributor. Ia terkesiap ternyata  di distributor tersebut salesmannya tidak komplit ( tidak hit sesuai planing). Salesman yang komplit merupakan basic semua parameter sales terpenuhi, yaitu costumer base, outlet aktive, call, effective call , sampai sales, tentu saja yang paling penting adalah tanggungjawab terhadap outlet yang akan menunggu ketika salesman  visit sesuai dengan call plan-nya
Ternyata distributor tersebut owner-nya ataupun petingginya jarang bertemu dengan salesman ( atau mungkin ia percaya managernya bisa ngelola 100% operasional tersebut), tetapi buktinya kelolosan juga , prajurit pejuang’ pencipta’ salesnya tidak ada …..atau belum direkrut….

Intinya :sama-sama untuk saling mengingatkan…sales lapangan basic yang paling penting bila omzet mau masuk target...
Supaya lebih memahami perlunya salesman yang “handal" sebelum kita jauh menelaah dan menjamah  training untuk salesman ( harus investasi distributor  untuk melaksanakan training). Kita merenung dulu, boleh juga langsung bertindak menanyakan hal-hal seperti ini .  Coba cek berapa orang disuatu ruangan yang bercita cita sejak kecil menjadi seorang salesman?Masih belum percaya?Coba datang ke anak-anak SMA kelas 3… tanyakan, "Apakah ia bercita cita jadi salesman?"---Datanglah langsung ke kelasnya tanya ,” Siapa yang setelah lulus ingin menjadi salesman ?”. Ada yang angkat tangan?
Jadi, sama-sama mengingatkan dan sepakat untuk  memahami bahwa  hidup matinya perusahaan ( dan gaji kita) dari seorang….. SALESMAN!! Baik yang instan ( disuruh langsung jalan) maupun yang diciptakan ( via training). Syukur-syukur menemukan langsung yang mempunyai bakat "salesman." Jadi,  Apakah  salesman mau dibiarkan begitu saja?Tidak diperhatikan? Tidak diasah keterampilannya lewat training? Tidak ditegur sapa? Lalu ketika ada  dampak buruk  menghampiri  terjadi ketika perusahaan benefitnya turun terus (karena tidak memperhatikan salesmannya). Dan jangan  cemburu melihat perusahaan  tetangga atau distributor lain yang  growth terus,dikarenakan  salesmannya tidak turnover ( bahkan bila didistributor besar  diciptakan khusus karier  path-nya untuk salesman ) 
Di beberapa perusahaan ditambah benefitnya  bila salesmannya ditraining, diberi reward  (hadiah, kaos, seragam, insentive, bahkan medali ).Hal ini bisa terlihat dan terkontrol  pada laporan  produktivity, insentive distribusi,  ROI, omzet yang bertambah sehingga perusahaan distributorpun makin  berkembang-->Distributor maju , prinsipal senang.
Salesman sebagai  frontliner utama yang menjual produk kita. Boleh review lagi dengan bertanya di dalam hati. Apakah di dunia ini ada kegiatan bisnis tanpa penjualan? Pasti ada yang harus dijual, dengan team sales  --disadari atau tidak……..
Jadi salesman yang handal dan yang mumpuni itu yang bagaimana?
            Banyak penelitian, namun rata-rata pada skripsi dan thesis variable yang diambil untuk  penialaiannya adalah sebagai berikut :
1.      Interpersonal skill
2.      Salesmanship skills
3.      Teknical skills
Bila seseorang salesman sudah mempunyai sedikitnya tiga unsur ini maka seharusnya distributor melakukan program "loyalty perusahaan" untuk si salesman itu tetap betah  terlebih di  perusahaan distribusi di FMCG, yang menuntut salesman harus mendistribusikan produk sampai ujung jalan sekalipun! Turut  menjadi acuan-acuan  pembelajaran untuk perusahaan lainnya ( sehingga terjadi bajak-membajak salesmen) . Salesman yang  tangguh yang mempunyai pengalaman banyak di lapangan .Makin banyak pengalaman di General Trade ( karena problemnya terkomplek), makin diperebutkan di perusahaan lain. .Pengalaman di General trade diasumsikan orangnya  yang sudah berani jalan keluar masuk di pasar yang becek, jalan jalan sempit, sampai ujung pelabuhan…dianggap semua .sudah terjelajahi. (Bahkan yang paling tersulit pun untuk menciptakan weighted dan numeric distribusi dari General Trade karena jumlah toko yang sangat besar dan cakupan geografis yang harus banyak di explore)

Berikut arti satu persatu dari harfiah makna berasal dari kehidupan sehari hari yang ditemui di distributor mengenai ciri tiga salesman handal yang harus dicari ( dan diberikann jalan karier sampai manager)

1                                                          1.     Interpersonal skills

Penemuan anugrah. Ibarat yang digambarkan di slide ini,  ia bisa mengesuaikan dengan warna wani kehidupan, flexibel , mau berani “terbang” visit meng explore area-area baru. Biasanya distributor menemukan orang ini sejak dari sono-nya (sudah bakat jadi salesman yang akan dibuat jadi seorang manager penjualan). Enak diajak ngobrol .Ramah, peduli penampilan, mau membantu. Punya kemampuan membujuk. Intinya salesman yang mempunyai interpersonnal skill yang baik adalah : bisa berinteraksi dengan orang lain ( toko/pelanggan), baik secara individual maupun berkelompok ( rame –rame ketika gathering atau presentasi kelompok).
Bila interview orang yang punya Interpersonal yang bagus bisa di lihat dengan caranya; pandai menyimak ,tatapan matanya bersahabat, gerak geriknya sopan, pernah ikut organisasi yang non nirlaba (hanya untuk amalan saja tidak ada keuntungan materil)  bisa menyelesaikan konflik, Respek.dan selalu berpikir positive.
Masalahnya; Kadang  distributor asal merekrut orang untuk jadi salesman ( tidak memakai test psikologi) jadi kemampuan atasan yang harus bisa “mentraining dan mengkontrol’ sampai tahap point induksi basic training selesai. ,setelah itu baru keterampilan salesmanship skills

           2.   Salesmanship skills

   Setiap company FMCG pasti mepunyai Toolkit ( meskipun hanya baru katalog)  sampai slogan “tahap penjualan yang salesman harus dilakukan di outlet”à yang harus diasah , ditrampilkan, dibina dan diingatkan terus-menerus. Semakin lama semakin terampil  sampai mempunyai instuisi “menaikan sales” sendiri. Tahap inilah salah satu dari salesmanship skills. Salesmanship skills is defined as the level of skill you have in convincing people to buy or in persuading people to do something.

Salesmanship skill  paling kompleks ( lihat seperti gambar di slidenya) dan paling banyak cara pelatihannya, setiap training sales bisa saja judulnya bagian dari salesmanship skills. Jadi  yang bergelut di bidang penjualan FMCG ( fast moving consumer good), ia harus punya pengetahuan dan mengerti tentang channel ( saluran /pipa distribusi), apakah grosir, grocery, foodservis, out of home sampai medical dan tentu saja semua channel itu mempunyai treatment tersendiri dan mekanisme promo tersendiri. Bahkan di FMCG untuk ke hal expert bisa ngelola area ( team sales di area), harus mempelajari dan paham 26 modul , seperti channel, mengelola distributor, visibility, salesmanship ( termasuk teritory area,dll), dan harus ceklist hal itu dilakukan.
Jadi, jangan sungkan-sungkan memberi ilmu terhadap salesman baru secara bertahap, karena tidak bisa langsung expert jadi salesman yang diharapkan , perlu kontrol dan joint visit!lambat laun pasti akan terasah salesmanship skills-nya.

Makanya tiap perusahaan besar pasti ada   Sales Training Manager ( dan teamnya tentu) untuk memastikan proses transper  ilmu ini terjadi Bahkan sampai dalam meriset kebutuhan dan keperluan apa yang diperlukan " Skills "oleh team sales saat ini, sesuai dengan riset Training Need Analysis-nya.

                                                  3.   Technical Skill.

Salesman jaman sekarang tidak lagi memakai bungkus roko atau nota untuk mencatat orderan toko. Mereka menggunakan Gadget ( di perusahaan multinasional sudah menggunakannya). Ia terkontrol mulai jam berapa transaksi di outlet, sampai berapa toko “real”nya yang ia kunjungi.( memakai GPS lagi )
Hal semacam ini menuntut seorang salesman jaman sekarang mempunyai technical skill .
Coba bayangkan berapa sistem informatika/sistem perangkat /software  distributor untuk mencatat dan merekap penjualannya : Accurate, AIO, DMS, Aqured, BIS,Foxpro,GLS,ND95,Indis, Scylla, Sigma 1.0, Toko Pro, Zeta, dll. Apakah penggunaan sistem aplikasi distribusi internal untuk penjualan ini tidak memerlukan kemampuan teknik salesman? Bagaimana bisa terkoneksi kalau salesman tidak bisa hal itu? Atau harus memakai aplikasi B to B memakai aplikasi seperti klas modern trade di luar negeri? Ini kan indonesia outlet tersebar jutaan, di lembah dan di gunung, di teluk atau di selat, di pulau yang satu atau kepulauan lainnya ( kepulauan seribu misalnya –ternyata riset nielsen bisa sampai kesini )-> Bagaimana mengontrolnya kalau tidak pakai sistem , gadget dan digital?Yang bisa dilihat oleh supervisornya?
Diperusahaan FMCG ada "satu hari" disediakan khusus untuk salesman baru mempelajari “ilmu gadget” ini,( ini belum kepada  tahap laporan pembacaan di sales adminnya loh), yang penting ia sudah tahu mengenai custumer base-nya, rute-nya, menginput salesnya sampai transaksi terjadi.
            Merekrut salesman ( bahkan sampai supervisor) , jaman sekarang yang diperhatikan dasar adalah , interpersonal skill, salesmanship skill dan teknikal skills.
            Kalau di luar FMCG teknikal skill diperlukan pada saat memperagakan produk, mulai dari cara membersihkan sampai memperbaiki,mulai cara memulai sampai mengakhiri….(tetap dengan gadget lebih perlu dan prestise)
           

Kamis, 11 Januari 2018

Saya Mau Membuka Distributor ? Apa saja yang harus dipersiapkan ?

          Saya mau usaha dibidang distribusi ? Apa saja yang harus dipersiapkan ?


Pernah ada yang menyampaikan  pertanyaan seperti ini ?
“Pak , saya mau   jadi distributor? Caranya Bagaimana?”
“Pak, ada rekanan aku dokter , dia mau jadi distributor , apa saja yang harus di siapkan?”
“Pak temen saya ini baru pensiun uangnya Milyaran ia mau jadi distributor bisa langsung jadi kan?”

                                                               Ujung -ujungnya ada perkataan :

“Bapak aja yang ngelola”……(((

Sayangnya………. kita tidak bisa seperti Duo Damsel pahlawan dari Legion of Super Herois, yang bisa mereplikasikan diri dan bisa mengerjakan berbagai hal , jadi kita hanya bisa (kalau bisa) –focus di suatu hal. Minimal bisa menerangkan ( syukur syukur ) jadi konsultannya memberikan anjuran 6 basic ini, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ketika distributor sudah berjalan…
                Berbagai teory dan buku sudah banyak mengenai bisnis yang mau berkecimpung di ranah distributor tapi secara aplikasi dan naluri dari salesman ( atau orang yang belasan tahun bisnis bersama  distributor), merasakan 6 hal  ini yang paling penting bila mau jadi distributor :

1.    Ada yang berpengalaman sebagai “SALES” di distributor.

from: www.freepik.com


Lebih baik ( kalau bisa ) karyawan yang berpengalaman kerja di distrbutor tersebut ada dari seorang , motoris trus ke salesman, ke supervisor ke manager…dan dipercaya sebagai Operational manager distributor ataupun wakil president disana ( biasanya yahh president yah ownernya juga)
Intinya harus ada orang yang punya insight/pengalaman/naluri bisnis/ distribusi dan dagang di lingkungan management distributor ( atau bisa juga mengajak orang prinsipal FMCG untuk mengelola, dan ini trik banyak kejadian oleh beberapa owner distributor).
Banyak juga kejadian orang yang “pintar”  kalau di distributor bisa saja dikalahkan oleh seorang motoris ( karena ia lebih tahu celah/pengalaman/kondisi area), sehingga rentan banget  bisa fraud, tagihan palsu ,pengiriman fiktif, dan hal hal lain yang tidak diinginkan dan hal itu biasanya bisa juga diantisipasi atau cepat tercium  dengan orang yang sudah berpengalaman di industri sales-makanya perlu ada orang yang berpengalaman di sales.
Biasanya dari distributor yang pernah mengalami kerugian , biasanya ada “permainan” dari pegawai gudang, admin sistem dan pengiriman ( sedikit dari salesman), triangle itulah yang harus extra kontrol oleh owner.

2.    Finance.

picture from www.free-management-ebook.com


Klise yah dimana mana ujungnya duit?--) namun punya tabungan/materi/duit atau apapun itu yang bisa di sebut jaminan, memang harus ada ( kalau ngak ada bagaimana bisa dapat barang dari pabrik?)
Keuangan yang kuat ( atau seni ngelola keuangan yang kuat), menjadikan distributor kuat juga,  karena ia bisa bekerja same  dengan prinsipal-bank-dan toko, untuk memutar uang , sekaligus beberapa prinsipal juga meminta ada sistim bank garansi untuk distributor baru. ( biasanya sekian persen dari omzet potensial yang bisa distributor raih di area itu)
Adanya ilmu Distributor financing tiapa tiap principal wajib di pelajari ( biasanya bekerja dengan bank-bank tertentu pula) pelajari sistim pola pembayaran, finalty, keuntungan dan masih banyak lagi….


3.    People Management.


Distributor harus membentuk  struktur organisasi yang lengkap dulu ( tidak ada orang yang bisa mereplikakan diri ‘kan), Siapa saja team Gudang, siapa saja team penjualan, siapa saja team keuangan, fakturis, debtcolector .dst . Kalau perlu usulan ke prinsipal sudah ada struktur organisasi ini untuk mempermudah komunikasi dan cara kerja.
Contohnya : Ada barang yang ke kirim ke distributor sore hari, invoice harus di proses, ehh Ownernya sedang wisata ke luar negri Bagaimana nih pembayarannya, telpon Owner?Mungkin dia sedang enjoys sampai tlp ngak diangakat? Jdi team Financelah yang bisa antisipasi hal ini supaya barang bisa di bongkar dan cepat di delivery ke toko, bukankah makin cepat di delivery makin cepat untungnya juga?
Juga harus dipikirkan juga mengenai people management ini seperti motivate, train, empower, reward, educate & attact ( tapi seperti ini biasanya sudah dipikirkan oleh team prinsipal untuk team sales-nya tinggal menunggu schedulenya saja dari prinsipal). Namun untuk  devisi yang lain Gudang?Admin? sesekali juga perlu di traktir…Admin lebih krusial bila admin tersebut khusus di dedikasikan untuk system laporan prinsipal…( kalau promo tidak di info bagaimana? Apakah bisa di claim?atau tidak terpakai?sayang banget budget promo tidak terpakai….

4.    Mempunyai Infrastruktur.



Namanya juga distributor harus mendistribusikan barang serata mungkin,  jadi mempunyai armada mobil pengangkut baik yang ukurannya  gede ( untuk supermarket, grosir, dll). Maupun mobil kecil seperi L-300 untuk pengiriaman ke jalan jalan kecil ( contohnya tuh jalan utama-jendral sudirman di  kota Purwakarta tidak boleh ada truk yang masuk, jadi mobil mobil armada kecil yang bisa nembus pertokoan yang ada di sana), distributor yang bagus juga mempunyai mempunyai tosa roda tiga untuk area yang terpencil bahkan seorang motoris yang memakai sadle bag untuk gang gang kecil. Motoris ini justru hal yang penting sebagai pencipta demand produk produk di pedalaman ( ke toko-toko kecil), sehingga toko-toko kecil tersebut   akan mengorder ke toko-toko besar ( atau supermarket). Jadi Motoris juga ada sebagai fungsi marketing untuk meningkatkan brand awarenenss produk itu sendiri di area garapan distributor.


5.    Operasional.
all free-download.com

Distributor harus bisa menjalankan kegiatan operasional hariannya, mulai meminta forcasting ( yang pakai system sampai permintaan manual barang ) , cara mendeliver , bisa melakukan kesinergisan barang terdistribusi ( bukan nge’drop di satu toko saja, namanya juga distributor bukan logistik provider), jadi harus bisa melakukan jalannya operasional mengenai :  permintaan, pengiriman, bisa melakukan eksekusi promosi, eksekusi project, mengelola team ( jangan ada yang vacant melulu ntar omzet ngak masuk target lagi..), mengelola data pelanggan , maupun salesman ( penggajian, reward, dll,), intinya bisa menjalankan operasional sesuai dengan SOP kebijakan dan stategy dari PT Prinsipal dan itu harus di dukung oleh : kantor yang bersih, ruang para salesman, ruang training, ruang canvas, ruang motoris,  gudang yang memadai, ruang untuk  produk yang sudah di buka( unit), ruang badstok, ruang untuk para admin dan fakturis ( bahaya kalau faktur tercecer ke mana mana), sehingga  mempunyai konsep 3T, tepat waktu, tepat jumlah, tepat outlet, Intinya  semua ini menjamu pelangggan supaya  mudah mendapatkan produk dimana  saja , kapan saja dengan harga yang sudah disepakati.

 6..    Teritory area.

 

Biasanya distributor di surat perjanjiannya ( dan sudah punya legal juga yah)  sudah ada daftar tertulis untuk area distribusinya,  misal disatu kabupaten atau satu kecamatan ( deponya). Dan distributor harus tau untuk penggarapan untuk mencapai efektive dan efisiennya disuatu area yang di garap apakah memakai konsep teritory area atau Block selling ( nah kalau ini tanya ke orang sales  pasti tahu ), sehingga bisa didapat pengiriman yang merata sehingga margin distributorpun tinggi.
                                Dalam teritory area yang baik memungkinkan salesman mengunjungi pelangggan lebih banyak, menghindari overlap kunjungan sehingga meningkatkan pelayanan pelanggan lebih baik, serta bagi sang supervisor memudahkan evaluasi kinerja salesman.
Dasar pertimbanagan tertitory area ini pada produk FMCG adalah jumlah penduduk ( density /kerapatan jumlah penduduk), sumber daya ekonomi daearah tersebut, jumlah pelanggan ( atau toko) , potensial pemakaian produk bahkan bisa juga sampai kepada  hitungan weighted dan numeric distributor ( nah loh apalagi ?) , makanya orang “sales” harus ada di bidang penjualan di industri apapun manapun apalagi  yang pernah di FMCG, barang harus ada  sampai di setiap tikungan jalan..)


  


Senin, 20 November 2017

Kesukaran mendaftarkan kolektif BPJS Mandiri/Individual via Online

1#10 Kesukaran utama mendaptarkan BPJS Mandiri via Online Kolektif

#Semoga ke depan lebih ringkas dan gampang. daftar BPJS


Bulan Mei 2016 adalah bulan “berkah” karena saya harus menganjurkan sekitar 260 + 92 = 352 orang di project motoris  yang baru direkrut ( tugas mengantarkan barang ke toko toko dan mempunyai batas waktu, /projek) untuk mengikuti BPJS.   Memang motoris tersebut  tersebar se-antero Nasional .Untuk memastikan saja bahwa mereka harus ikut BPJS.  Uangnya  untuk BPJS sudah diberikan sesuai surat Surat Edaran . Nah sekarang saya ingin tahu apakah mereka sudah masuk BPJS atau belum ( tapi kalau yang baru lulus sekolahmah sepertinya belum masuk BPJS).
                 Saya pun menelpon pihak BPJS bagaimana supaya saya bisa membantu memasukan 352 orang atau minimal mengetahui apakah mereka sudah masuk BPJS. Dan munculah ide cek dan membantu daftarkan via Online.       
                 Ada distributor yang mengganggap motoris ini adalah karyawan lepas /freelance  seperti dianggap “pegawai toko” pekerja individual yang bekerja sekehendak  hati asal bisa mendistribusikan barang saja. Yang terakhir ini lah yang mempuat saya pening , project motoris yang tidak dianggap distributor ( karena project “kan bisa di bubarkan  kalau projectnya selesai,’ katanya). Namun yang namanya kepala project berpikir juga bagaimana motoris ini mempunyai BPJS mandiri atau individual yang tersebar di berbagai belahan Nasional?
                   Management pun  sudah mensubsidy biaya BPJS mandiri via penambahan biaya operasional dan e-mail e-mail telah “gigaung”kan ke belahan nasional supaya mereka mempunya BPJS. Setelah Biaya subsidy BPJS itu di berikan di bulan Mei , dan setelah di traking d  di bulan Juni hasilnya ternyata hanya sekitar 20% mereka yang punya BPJS baik dari perusahaan terdahulunya ( melanjutkan ), maupun yang sudah di daftarkan oleh distributornya ( ini yang bagus), namun sisanya? Belum punya.
“Mengapa tidak di kolektifkan saja di kumpul data –data nya di sini dan  bantu entry satu satu,” kata si Bos Enteng. ( Hah ? Untuk ratusan orang mendaftarkan pekerja mandiri secara Online?)
    Saya pun membuat form dan merekap persyaratan BPJS yang bisa dibuka di internet seperti, kartu keluarga, no KTP, e-mails,, biar di kolektif saya membantu mendaptarkannya 
   Dua mingguan data pun sudah kumplit seperti permintaaan yang sudah di list tinggal di daftarkan di online BPJS.
    

Ternyata Pendaftaran BPJS Mandiri/Individual lebih baik dengan kesadaraan sendiri datang ke kantor BPJS bila menyuruh orang ( eh mengandalkan orang yang mendaftarkan ), Hambatan yang di dapat adalah :

Contoh kasus ini saya sedang mendaftarkan BPJS Mandri si -"Individual"






      1. . Kartu Keluarga tidak "ditemukan"
    Ini kendala yang clasik “mereka” kadang sudah salah di pengisian no Kartu keluarga ( kelihatannya ini adalah pasworld pertama bila ini tidak dimasukan proses tidak bisa dilanjutkan), contoh angka 7 di report nya 1, jelas pengkolektif pendaftaran online sudah stuck di sini ,ngak bisa ngapa ngapain lagi hanya individual tersebutlah yang tahu..

  di tulis ; " Nomber Kartu keluarga tidak ditemukan, Registrasi tidak di lanjutkan"--yah ngisi kartu keluarga saja sudah salah...atau ada ngak sih kartu keluarga palsu?


1.              2Lebih aneh dari kejadian no 1” -permasalahan ke- 2 adalah : "Dalam Kartu Keluarga tidak ada nama si” individual” yang mau kita didaftarkan tersebut!! Padahal  kartu keluarganya si “individual sendiri yang mengirimkan kepada kita ?  Ketika kita sudah memasukan no KK, à Ada tulisan No kartu keluarga anda tidak di temukan.
       Memang harus dari kesadaran individual sendiri yang harus mendaftarkan dirinya sendiri, kita ngak mungkin mengira ngira siapa nama asli di kartu keluarganya....






3. Bila no KK sudah  sesuai di masukan ke dalam system ,  namun bila di dalam KK itu ada yang  menjadi  anggota keluarga yang masuk  BPJS, pendaftaran Online  akan menolak” juga justru si individual harus datang sendiri ke kantor BPJS terdekat à ada tulisan : “Terdapat anggota keluarga yang telah mendaftar di BPJS a/n “Individual” silahkan datang ke kantor cabang BPJS kesehatan terdekat untuk proses selanjutnya. Yang mau membantu mendaftarkan online pun bengong Cuma sampai disini …hanya si individual yang tahu darimana anggota keluarganya itu mendaftar atau terdaftar di BPJS..


4. Semua anggota keluarga harus di daftarkan BPJS; Ketika  no kartu KK sudah bisa  masuk ke sistem online BPJS dan  ada keterangan sbb bila ada anggota keluarga yang belum masuk BPJS ; “Wajib mengikutsertakan anggota keluarga a/n  “Individual” karna hubungan keluarga sebagai anak”, Nah loh…gimana lagi ini.?? Sang  Admin stuck juga di sini. Kalau diteruskan sama admin jangan-jangan bisa  salah mengisi  nama istri dan anaknya” kan  jadi berabe…mendingan si individual yang datang sendiri …ke kantor BPJS


5. 
     Harus ada identitas Istri & foto Istri : Ini di luar dugaan juga ternyata harus ada poto istri dan identitas istri  ( kalau si individual sudah  berumah tangga),? Istri  yang mana yang mau di daftarkan ?Kalau salah  ketik kan bisa rame sang admin menulis nama dan identitas  sang istri “ si individual”.

lupa sang admin meminta foto istri --dikira daftarkan BPJS  hanya poto si individualnya saja ..kalau secara online 



6. Harus ada identitas anak & Foto Anak; Diluar dugaan juga poto anak yang mau di daftarkan juga diminta bila sang Admin   anak lagi ke “si individual l” makin lama juga kan prosesnya, emang lebih enak daftar sendiri kali yah ….kesadaran sendiri….

1.   7   Harus ada Foto ; Harus ada poto yang mau di daftarkan , kalau kolektif kadang poto yang di kirimkan mencapai lebih 50 Kb sehingga sulit di upload,( dan kirim potonya ada yang ngasal poto gaya, poto di
kendaraan ,) tambah sulit aja …
8..     Faskes (fasilitas kesehatan)  yang di ajukan tidak sesuai dengan yang ada di Daftar BPJS Kesehatan: Inilah kesukaran pendaftaran BPJS Online bila dikerjakan dengan cara  menyuruh  orang , apalagi orang yang baik hati , yang mau  mengerjakan itu tinggal di pulau yang berbeda.
           Ketika keinginannya ingin fasilitas kesehatan puskesmas  daerah Bumi Sehat , ketika di online nya tidak tersedia….yang tersedia hanya ada di list BPJS tersebut…… jadi bagusnya memang si individual sendiri yang harus milih yang mana fasilitas kesehatan yang dekat dengan rumahnya atau yang sesuai dengan hati nurani anak dan istrinya.

9.Ada juga alasan faskes yang di tuju sudah “cocok” namun Faskes yang di tuju penuh atau overload  (>5000 Jiwa sudah terdaftar di Faskes tsb). bila kejadiannya “super mulus “membantu orang yang mau didaftarkan online BPJS dan kita pun kepentok dengan fasilitas kesehatan yang dipilihnya  yang sudah penuh. Kita pun tidak tahu harus menggantikan ke mana? Karena yang  tau si Individual  sendirikan: yang  harus tahu daerahnya. Kalau nebak-nebak  jangan jangan  bisa salah- malah tambah jauh, Jadi memang harus daftar dengan kesadaran sendiri,,dech.di sini di tuliskan ;
 “FTKP yang di pilihtelah memiliki jumlah peserta lebih dari 5000 jiwa untuk selanjutnya disarankan memillih FTPK terdekat lainnya” kalau di daftarin sama orang apalagi yang beda area….mana tahu…??. 
10.  Rekening wajib mempunyai (Mandiri/BRI/BNI/BTN) ;
Ini pilihan mandatory/wajib  lainnya si “Individual” harus mempunyai salah satu rekening Bank ini , BNI , BRI, BTN, Mandiri , sebenarnya hal ini sudah di infokan namun ternyata 50% dari yang mau didaftarkan tidak punya rekening bank ini.


Itulah contohnya, terima kasih telah menjadi contoh... 

Sang Admin melongo kalau mau berbaik hati mendaftarkan BPJS mandiri/atau individual terhadap pekerja lepas....

jadi lebih baik kesadaran sendiri datang dan mengisi form online BPJS secara Mandiri ini atau mengedukasi si “individual” suapaya mau datang sendiri ke kantor BPJS….

Datanglah  tante Moniq yang centil dan genit, "pada ngerjain apa?"

"Mendaftarkan kolektif BPJS Mandiri Individul"  kataku lelah

"Duh kok rumit yah mengapa ngak kaya Oriflame aja sih ?, Uplinenya bisa mendaftarkan downline atau member baru  , via gadget dan langsung ada pemberitahuan ke orang yang bersangkutan bahwa ia sudah didaftarkan? tinggal dia klik link langsung deh konfirm ikut daftar. Ringkas  kan?"

Semua bengong 

Semoga kedepan lebih terus progresif untuk mempermudah pendaftarannya , termasuk ada sms blast bagi yang nunggak bayar ( supaya tidak kisruh pas ada "kejadian"), ada paket pembayaran family yang lebih murah bagi pekerja lepas/mandiri  ( individual). Adanya paket coorporate ( supaya ngak dobel dobel bayarnya, biasanya coorporate punya lebih dari satu asuransi) ,BPJS premium ( bagi yang mau nambah cicilan bagi pekerja), bagi yang sudah membayar rutinpun  ngak perlu nyesal bayar BPJS meski tahunan ngak ngeckalim (karena tidak sakit dan selalu sehat walafiat  Percayalah itu membantu yang lain juga ( ibadah) lihatlah rumah sakit /puskesmas penuh terus kan? dan banyak orang orang tua yang tidak bekerja dan sakit sakitan? Giliran usia produktif yang membantu mereka....dengan membayar BPJS...Gotong Royong..






Jumat, 16 Juni 2017

Mencari Koordinator Distribusi di Distributor

#Tes Calon Koordinator  FMCG
# Mengasah Sense of belonging Koordinator  Salesman di distributor.

# Bagaimana mencari Koordinator FMCG yang langsung jadi?

                 


               Rekan -rekan di distributor pasti pusing bila terjadi turnover karyawan yang masive.  Hal ini memang tidak bisa dihindari karena biasanya menjadi seorang salesman atau pun motoris sebagai batu loncatan ke jengjang karier berikutnya , apakah menjadi seorang  koordinator maupun supervisor ( dan beberapa yang S1 bisa langsung sebagai Operasional Manager di distributor). Biasanya mereka mau bekerja apa pun sebagai salesman ( pengalaman saya ketika berkunjung ke berbagai disributor di indonesia, seorang salesman ada lulusan S1 keperawatan, Teknik, Ekonomi,dll), bila mereka cocok bisa saja menjadi kaderisasi kepercayaan mengelola cabang atau distributor tergantung tahapan training yang ia lewati di lapangan maupun induction training bersama mentornya ( di FMCG seorang supervisor harus melalui 26 modul training yang harus ia lewati ). Contohnya seperti mamahami Managemnet Distributor, memahami stok, memahami Channel jualan ( dan turunan-turunannya) sampai kepada type promosi program dan bedah teritory area, Baiklah.......... bila hal itu bisa dimengerti  serjalan seiring waktu..... atau learining by doing. 
                      Tapi bila kita mencari dadakan seorang koordinator yang langsung mengerti proses bisnis ( minimal mengetahui  ratio pengeluaran dan sales), sampai bedah teritory area . Bisa langsung mengerjakan lembaran ini, makin banyak jawaban yang betul makin berkompetensi mereka menjadi seorang koordinator;

Berikut soal Ceritanya :



Beranggaplah bahwa anda adalah sebagai penguasa bernama pak Joni, yang baru membuka Depo atau distributor di area Potensial.




Ada uang , ada barang ,  ada gaji ada pekerjaan !  Itulah yang dipahami pak Joni, ketika ia membuka usaha barunya sebagai Distributor  Murni yang mempunyai motoris. Pak Joni mempunyai margin dari produk-produk  dari PT Asoy sebanyak  20%.                PT Asoy sangat baik karena  memberikan subsidy motoris ke pak Joni. Harga satu karton untuk produk snack PT Asoy adalah  adalah 100ribu/ctn. Setiap motoris bisa memuat produknya 10 ctn . Pemberian  gaji pokok dan tunjangan  untuk  motoris tersebut  totalnya  mencapai  Rp 3.500. 000. /orang /per motoris.

Ketika memulai usahanya, pak Joni membuka  lowongan pekerjaan. Para  motorispun berdatangan mendaftar  menjadi motoris di distributor  pak Joni. Tidak tanggung –tanggung , setelah pak Joni hitung-hitung,  ia menerima pelamar sejumlah  25 orang!!Dan ia terima ….jam kerjanya  26 hari/bulan.

1.      Terangkan mengapa pak Joni mengambil  keputusan tersebut? Perhitungan untung ruginya?  Buat PT Asoy berapa ratio yang ia keluarkan kalau perharinya motoris berjualan sesuai target.

Setelah 3 bulan berjalan……
Pak Joni tersentak dan terkejut  ternyata  jumlah motorisnya sekarang  sudah ada 50  orang !!! Wow ia harus segera mencari kordinator dengan gaji & benefit  Rp 4.500. 000 /perkordinator   dan ia merekrut 5 orang kordinator .Setelah memberikan gaji kepada para pekerjanya ia merenung ternyata keuntungannya menurun.

2.      Terangkan apa yang terjadi ? Dan berapa penurunanya , bila ada?

Pak Joni nampak stress dan  galau ternyata penurunan valuenya  sama di setiap bulannya . Pak Jonipun  menaikan target sales dari 10 ctn menjadi…….. (jawab penaikan minimalnya ?) .Namun,  para kordinator tidak setuju!! 
Pak Joni  tahu harus berbuat “sesuatu” lagi untuk meningkatkan keuntungannya.  Ia sudah ngomong ke semua karyawannya bahwa perusahaannya benar-benar dari bisnis “di jualan  produk”  dari PT Asoy . Dengan nada kesal dn penuh stress   ia pun berkata” ;

“Memang ini Yayasan?Yang dibiayai dari donator?Memang ini perusahaan dibiayai APBD?Atau APDN? Apakah kalian ngak  kerja, masih menerima duit    hasil dari  pajak-pajak orang yang kerja pergi pagi pulang malam ? Ayo bangun? Ini hasil dari kalian sendiri!!”, begitulah katanya……ketika  kordinator motoris itu protes ketika ada penaikan target jualannya dari 10 ctn perhari menjadi (…….) ctn perhari. Maklum para kordinator ini dapat bonus bila motorisnya masuk target.

3.      Mengapa pak Joni menaikan target ? Berapa rupiah  target yang harus ia  naikan ? Supaya keuntungannya minimal “sama “sebelum  ia  membentuk  kordinator? Berapa  target  ctn yang harus ia naikan perhari kepada motoris untuk bisa menopang gaji kordinatornya?


Pak Joni sebagai wirausaha yang mandiri,  terus memutar otak supaya keuntungannya lebih efektif  dan efisien. Apalagi ditambah istrinya sedang sakit. Ia harus punya keuntungan yang lebih profit.  Ketika ia melakukan pengawasan/kontrol secara  mendadak kepada motorisnya  di lapangan , Ia  melihat dengan  mata kepalanya  sendiri  motorisnya  indisipliner ,  ternyata pak Joni menemukan  5 orang motorisnya   menjual produk lain bukan dari  produk PT Asoy yang mensubsidi-nya!!!  Pantas Outlet Active  dan salesnya turun  drastis, bonusnya menurun yang diberikan  dari PT Asoy ( PT. Asoy memberikan bonus ke pak Joni dengan target Outlet active toko…tapi ngak bilang bilang ke karyawanya ) .Padahal kalau  pak Joni bertanya kepada sang  motoris,  “Mengapa jualannya turun ?”  Motoris  sering menjawab , “ warung tutup,…. activitas competitor  gencar , jalan yang rusak parah!”

 Pak Joni langsung memecat motoris itu dan langsung menggantikannya    dengan 5 orang yang baru. Pak Joni  lebih baik merekrut orang yang  fresh yang  bisa dibentuk   penjual handal  dan jujur dan mau bekerja keras . Pikirnya,…… kalau orang yang bagus dan jujur …kariernya akan  otomatis ke jenjang  yang lebih baik…yang akan di jadikan seorang  manager  di distributornya..
4.      Bagaimana cara pak Joni bisa cepat merekrut 5 orang pengganti motoris yang  indisipliner tersebut? Yang tidak konsisten mendistribusikan produk PT Asoy ?
5.      Setelah komplit lagi motorisnya pak Joni  membentuk lima kelompok besar yang masing masing kelompok mempunyai kordinator. Berdasarkan apa ia menyusun 5 kelompok tadi? Terangkan…..
Setelah no 5. berjalan dgn  lancar , masing-masing kordinator bertanggung jawab dan bisa menghadle  bawahannya  sendiri-sendiri .Berikut nama kordinator dan area tanggungjawabnya :
1.      Danu,  membawahi  5 orang  motoris area sekitar distributor  di daerah Jakarta Pusat.
2.      Dian; membawahi 15 orang bertanggungjawab mendistribusikan produk di area Jakarta Timur.
3.      Nandi ; membawahi 10 motoris di area Jakarta Utara
4.      Sandi : membawahi  10  motoris untuk area Jakarta Barat
5.      Irwan membawahi  10 motoris untuk area Jakarta Selatan.
Hitung siapa yang ratio pengeluarannya “tertinggi”  diluar biaya overhead jarak yang berbeda-beda.( biaya bensin), bila masing masing motoris sama achievement target masing masing menjual 12 ctn  sehari? Lihat peta , daerah mana yang seharusnya anda kembangkan?
            Nandi seorang activis yang  idealis , ia meminta penaikan gaji buat motorisnya 30%. Lalu…… karena kinerja team Nandi  baik-baik saja,  pak Joni diam-diam mengabulkan permintaan Nandi tadi, …menaikan gaji dan tunjangannya  sebesar 30%.

  Ternyata rugi, omsetnya tetap!! Namun Biaya overhead jadi tinggi! Setelah ia konsultasi dengan ahli bisnis , ia harus mengurangi orang. Sang ahli bisnis mengatakan pihak frontliner atau jajaran depan yang menghasilkan sales harus di perbanyak, justru team supportinglah yang harus di kurangi. Apa yang di lakukan kamu bila kamu sebagai Pak Joni ?Terangkan alasannya!

Senin, 24 April 2017

Training dan Perenungan di Pulau Siba

#Pulau Siba Pulau Untuk Perenungan.
#Tempat merupakan salah satu dimensi training
#Training untuk perenungan
# Lima Dimensi Training.

Punya peserta training yang sering bandel ?( selalu ilang malam hari dan telat datangnya pagi), atau ada hal serius yang harus disampaikan mengenai perusahaan yang di ujung tanduk? Atau perlu pencucian otak  supaya jauh dari  "sesuatu" supaya para peserta training serius kepada  modul dan pengaplikasiannya (cepat menyerap )? Mengapa tidak di sebuah pulau saja......pulau Siba contohnya.
Ketika terjadi hal yang serius mengenai delivery ilmu dan skill yang harus  di trainingkan dan di sampaikan dari jajaran management , team sales training berpikir, ”Bagaimana supaya peserta training bisa serius,  namun masuk ke sukma para peserta dan bagaimana supaya training tidak liar.”Maksud dari liar disini adalah bagaimana supaya peserta training tertib, tidak bergadang malam malam (kalau lokasi trainingnya di pusat kota) atau bisa full mengontrol supaya peserta training tidak kemana-mana . Bahkan bila mempersiapkan adanya coaching dan counseling memang harus ada tempat alam yang representative yang harus mendukung .Mengapa tidah ke pulau Siba saja?



Seperti kita ketahui bahwa tempat merupakan salah satu dimensi training yang akan mendapat penilaian evaluasi dari para peserta di akhir training. Lima paling dasar dari dimensi training yang sering di teliti adalah:

1.      Isi pelatihan, yaitu apakah isi program pelatihan relevan dan sejalan dengan kebutuhan pelatihan, dan pelatihan tersebut up to date.
2.      Metode pelatihan, apakah metode pelatihan yang diberikan sesuai untuk subjek itu dan apakah metode pelatihan tersebut sesuai dengan gaya peserta pelatihan.
3.      Sikap dan keterampilan instruktur, yaitu apakah instruktur mempunyai sikap dan keterampilan yang mendorong orang untuk belajar.
4.      Lama waktu pelatihan, yaitu berapa lama waktu pemberian materi pokok yang harus dipelajari dan seberapa cepat tempo penyampaian materi tersebut.
5.      Fasilitas pelatihan, yaitu apakah tempat penyelenggaraan pelatihan dapat dikendalikan oleh instruktur, apakah relevan dengan jenis pelatihan.






Nah untuk meningkatkan point dimensi training no 5  bisa dipilih Pulau Siba  yang berada 45 menit dari arah kota medan. Bila kita bawa mobil  bisa di tempatkan di di pelabuhan( istilah lain di titipkan). Pemandangan menuju Pulau Siba  tampak kiri -kanan adalah  kanal-kanal ..menuju laut.


Untuk fasilitas training sudah mumpuni semua kecuali wifi yang harus di sediakan ( jadi peserta harus membawa modem masing masing), training di sini bisa berjalan khidmat dan tertib karena peserta training berada di sebuah pulau,  di tengah-tengah sungai/lautan, dengan kata lain pengawasan full  kepeserta training dari pagi sampai malam!



Untuk menu malam untuk mempererat silahturahmi bisa di pesankan ikan bakar ( sepertinya menu favorit di sini) dan bila ada sesi  coaching dan counseling bisa berjalan  sambil  bicara  jujur-jujuran ( karena suasana tenang dan damai) sehingga permasalahan perusahaan bisa lebih clear terpecahan.

Kelemahan training di tempat ini adalah : Harus diperhitungan secara matang mengenai segala macam tetek bengek   dari A sampai Z  , karena bila ada yang sakit atau  pingsan, bila mau ke  rumah sakit atau balai pengobatan harus nyembrang lautan dulu, kecuali bawa team medis tersendiri atau bahkan sewa booking perahu untuk keperluan mendadak  pulang-pergi beli atau menjemput sesuatu…


Dalam sejarahnya memang  pulau Siba selalu menjadi  tempat training,   untuk perusahanan perusahaan, terutama yang berada di medan . Kalau sudah di tempat ini , suka ada ngegelitik hati sendiri!  Mengapa di kepulauan seribu tidak ada pulau khusus untuk  untuk training? Demand pasti banyak karena ribuan perusahaan ada di Jakarta….dan pasti harapan dari user untuk  mengadakan training di sebuah pulau  bila ada tugas dari management yang harus   di deliver dari modul yang santai sampai  “cukup serius”, atau...bisa jadi untuk melaksanakan brainstrorming ketika kondisi  Performa perusahaan lagi rendah atau perlu pencucian otak supaya lebih seger dan mendalami "sesuatu" ( jadi ditunggu di Pulau seribu ada Pulau Training !


Bila ada jurit malam atau renungan malam sangat cocok sekali apalagi malam hari dihiasi obor-obor dari penginapan menuju tempat meeting atau perenungan...


Fasilitas outbond  dan ruang meeting sudah tersedia tinggal di-create saja kebutuhan yang lebih seru dan menantang oleh team sales training.



Suasana ruang tunggu , bisa karoke dan games malam.



Suasana track jogging untuk  kegiatan di pagi harinya…. 


              Salam dari Pulau Siba.