Sabtu, 01 Oktober 2016

Trik Bila Mengalami Turbulensi Pesawat -Top of Mind Behind The Turbulence

Kenangan dibalik Turbulensi Pesawat Terbang

Bagaimana mengatasi ketakutan naik pesawat dan ketinggian ?

Sensasi merupakan respon yang segera dan langsung dari alat pancaindra terhadap stimuli yang sederhana ( iklan , kemasan, merk). Stimulus adalah setiap unit masukan yang diterima oleh setiap panca indra  ( Buku Perilaku Konsumen , Leon Schiffman dan Leslie Lazar Kanuk)
 

 Dan ini cerita untuk menyatukan teori itu,  serta sedikit pengalaman ketika menjadi sales training manager keliling ke berbagai kota…. 

Dari  pengalaman perjalanan selama belasan tahun , “ naik pesawat” ke berbagai kota baik nasional maupun internasional, baru kali ini saya begitu deg degan dan ada (sedikit) rasa penasaran .  Rasa penasaran bagaimana rasanya ketika sudah tiba  di bendara, disambut  hujan lebat tiada tara. Dulu-dulu, ketika naik pesawat syukur sekali diberi kan udara cerah , dan sekarang ! Awan tebal  hitam menghujam  bandara Adisucipto Yogyakarta. Perjalanan pulang dinas ke  arah Jakarta ini sedikit saya kuatir karena ini,  di Yogya. Ntah lah kalau saya perjalanan lintas udara melewati Yogya ( bukan sekali dua kali ) seperti ada batu kerikil di pesawat kira-kira beberapa saat , atau istilahnya ada turbulensi kecil!  Dan saat ini , saya harus naik pesawat setelah magrib dalam keadaan hujan besar!!!
   Beberapa kali saya bertanya tanya ke  admin saya ( mengapa sih) kok baru sekarang di pesenin pesawat bukan Garuda? Dan baru pertama  kali juga, saya akan mendarat di Bandara  Halim Perdanakusumah  ( sebelumnya selalu ke bandara   Cengkareng alias Bandara Soekarno Hatta yang terliaht luassss dan lega ).
            Saya masih inget omongan  teman saya sebagai supervisor  di daerah Yogya, nadanya emang nakut -nakuti ketika di mobil sedang mengantar saya ke bandara Adisucipto, katanya  “ kalau bos besar lihat kondisi lingkungan bandara mendung..lebih baik gak jadi naik pesawat  jadi pakai kendaraan darat aja , berangkat dari Yogya –ke Surabaya.   Selama belasan tahun juga saya juga  memahami  kondisi ini kalau naik pesawat,,,,,, yah ….kalau sudah naik pesawat dan pintu pesawat sudah  di tutup….orang-orang  tidak bisa kemana-mana lagi.   Apapun jabatannya? , Apapun tingkah laku dan amal ibadahnya, ketika  di dalam pesawat  yah  hanya bisa pasrah.  Pesawat harus tetap   pergi dan  melaju…..lewat langit atas  sana….
         Ketika sudah berada di  ruang tunggu  Bandara Adisucipto, benar saja dugaan saya , perjalanan di cancel  karena cuaca tidak  memungkinkan …sampai berjam jam!! Dan saya pun diberikan nasi  Kotak …untuk  dimakan di ruang tunggu,,  rasanya enak –enak nyelek karena tetap bisa melihat hujan petir dan angin yang kencang ketika mau naik pesawat ke Jakarta. Saya lihat penumpang lain pun berusaha menyingkirkan kekuatiran yang ada dengan  pura pura tidur, Ada  juga yang secara eksplisit  mencibir  cuaca  dengan nada kesal.  Karena  saya sendirian  saya pun mulai sms istri ,”ini cuaca buruk banget doain supaya selamat….”
         Ntahlah …waktu itu..apakah prakiraan cuaca di daerah lain di luar Yogyakarta  sedang baik,  atau di daerah tujuan  Jakarta  terpantau tidak hujan …sehingga diputuskan menjelang  malam  penumpang  dipersilahkan  boarding untuk naik pesawat dengan kondisi masih hujan.  Karena tidak  ada       Airbridge  (belalai gajah yang menghubungkan dari ruang tunggu ke badan pesawat,) kita di beri payung sendiri-sendiri berjalan di tengah hujan deras dari ruang tunggu ke  Apron  ( tempat parker badan pesawat)  disertai petir bergemuruh…alhasil celana dan tas , baju sebelah pinggir kiri kanan saya terkena hujan….ini pengalaman pertama saya juga setelah belasan tahun naik pesawat!!


       Sudah terbiasa juga , bila saya berpergian naik  pesawat selalu pesan tempat duduk  di pinggir jendela.  Saya suka menikmati detik-detik take of atau landing …yang biasanya akan  terlihat pemandangan yang  indah .  Contohnya ketika pergi ke  Padang, ketika pesawat descending  di atas saya melihat  hamparan  pulau- pulau kecil indah disepanjang   pinggiran pantai Sumatra Barat.  Indah sekali!!.  Ataupun ketika   pergi ke Kalimantan  , setelah pesawat  climbing akan terlihat dan terlewati  kepualan seribu yang sangat Indah.  Tetapi  kenyataannya sekarang hawa dingin dan mencekam karena hujan deras disertai kedinginan akibat  berjalan kaki dari ruangan Departure  ke arah Apron tanpa airbridge .

        Dannn benar saja …di jendela pesawat masih terlihat hujan deras sampai air hujan berbentuk gumpalan  air mengalir di jendela pesawat                 ( biasanya kalau masih tidak deras hanya butiran butiran kecil saja terlihat di jendela pesawat) karena pesawat belum siap saya pun sempat mengabdikan kondisi ini , seperti ini .



Sesudah penumpang  komplit di kabin pesawat dan siap dengan safety belt-nya masing masing …tunggu semenit- dua menit sampai lebih dari 20  menit , pesawat tidak maju -maju ternyata sang pramugari mengumumkan….

..” para penumpang pesawat belum diijinkan untuk berangkat ….menurut peraturan bla bla bla…( la iya lah hujannya deras gitu di luar dengan… petir lagi !!)…

…..Akhirnya pesawat didiamkan  alias ditunda penerbangannya  (lagi). Penumpang penuh dan kuatir sampai sempat-sempat sampai buka Hp kirim pesan karena  penerbangan di tunda  dengan kondisi penumpang sudah naik pesawat semua di dalam pesawat. Di kabin pesawat  dihembuskan  …hembusan asap dingin ….terus dikeluarkan berkali kali….saya pun sempat mengabdikan hal ini…..Gile banget…dalam hati saya ini pengalaman pertama berpesawat pada kondisi  terbilang cuaca buruk…..


    Hampir satu jam menunggu di di dalam pesawat dan akhirnya  diputuskan  untuk  terbang ( dalam pikiran saya,  “ini gile banget kondisi hujan dan sesekali ada petir” . Apalagi hobi saya melihat-lihat pemandangan dari jendela pesawat jadi tambah ketir dan kuatir)

    Dan terdengar  pengumuman  - intinya , “pesawat akan take off dan seluruh perlengkapan HP dan elektronik lainnya harap dimatikan”-terlihat hening dan sunyi setelah pengumuman itu…lampu di kabinpun di padamkan.

    Suara pesawat mulai dinyalakan dari  terdengar lambat sampai menderu….lampu di dalam kabin di padamkan!( wah pikir saya ini pesawat sedang perlu tenaga ekstra nih ), Saya yang berposisi duduk di  dekat jendela,  baru  pertama kali ini juga  kuatir melihat pemandangan ke  arah luar  jendela pesawat -yang masih tertutup air hujan yang saling bergantian menimpali…suara petir bergemuruh bergantian….serta kilauan cahaya kilat sesekali…


Meskipun seperti itu , kebiasaan saya melihat pemandangan dari jendela  ketika take of dan landing tidak pernah terbendung …..saya tahu dan merasakan insightnya ,   biasanya pesawat mengalami turbulensi sedikit  biasanya terasa seperti  mobil berjalan di lubang-lubang jalan tidak beraspal,  ketika  pesawat  melewati awan yang hitam  atau  kalau kebetulan harus  menembus  gumpalan awan,  terasa  banget seperti jalan di atas pasir dan berbatuan.  Bahkan saya tahu  ( karena suka duduk di pinggir jendela) bila pesawat mengudara sedang masuk  gumpalan awan biasanya layer atas dan bawah bagian dari sayap pesawat ada yang membuka dan lembarannya bergoyang-goyang….dan sekarang saya harus menembus awan hitam , sekaligus hujan dan sekaligus kilauan cahaya petir? Tidak terbayang oleh saya…..


      Pesawat akan tinggal landas alias take off ,  baru pertama kali ini juga saya melihat semua penumpang ( terutama dari jangkauan mata saya) diam membisu. Beberapa penumpang menutup jendela pesawatnya….dan  tidak ada suara canda tawa dan obrolan obrolan suara keras  seperti biasanya bila  ketika  para penumpang sudah ada di kabin pesawat (yang suara obrolannya keras keras)…….Sekarang diam semua….dan saya melihat suami istri di samping saya duduk,…… mereka  menyatukan tangannya di antara sandaran  pinggir sela  bangku pesawat…….


         Lambat laun pesawat menderu….melaju kencang ….cairan tebal  karena hujan yang menempel dikaca mulai menghilang karena kecepatan  pesawat ….dan pesawat naik ….di tengah tengah  hujan dan gemuruh petir…..Saya terus melihat ke arah luar  jendela.  Saya mencoba melihat di ujung atas sana… atap langit masih gelap dan masih kelam” wah pasti pada saat climbing  untuk menembus awan ini -akan terasa banget nih “grejag grejugnya”  ….,”Nekad”, dalam pikirku…karena sepengalaman saya ,  pesawat akan terasa tenang bila sudah di atas awan atau pada saat posisi cruising alias pesawat sedang terbang datar ( dan parmugari pramugara biasanya mulai menyajikan sajian makanan)



       Saya coba menarik napas…”uhhhh gile gile…” sampai seperti inikah saya mencari uang”?Rela tegang  kesat-kesut  nyawa taruhan?( wey padahal apapun kegiatannya resiko kematianmah  selalu ada  !Ayo tetap tenang dan berdoa---begitulah cara menghibur diri.....)....dan  mulai terdengar - dag dig dug suara  turbulensi pesawat …dreg….mendadak pesawat ke bawah….oleng ke kiri dan ke kanan…suara jeritan…istigfar…doa….saya dengar semua…..dan inilah pengalaman saya terburuk mengalami turbulensi pesawat   SEJAK   dari tahun 2000 sampai 2016 ini….inilah yang terdasyat turbulensinya…..karena kondisi cuaca…

         Saya tidak bisa melihat pemandangan lagi ….saya melihat  dari jendela  ke arah pemandangan  luar  : --gelap “seperti lap hitam” gelapnya…”ini pesawat sedang di dalam awan gelap “ pikir saya….. Pesawat belum stabil …semua doa di tujukan atas semua keselamatan penumpang pada saat itu…doa- doa di panjatkan…….saya mencoba melihat kebelakang dan ke samping semua merasakan – tegang-.

         Pesawat sudah stabil …rasa lega , kagum ,(terhadap pilot yang bawa), mulai terasa…saya lihat ke jendela…bintang bintang di langit mulai terlihat…syukurlah…berarti hujan  dan  mendung ini hanya di sekitar atau pada radius tidak terlalu jauh dari   bandara Adisucipto,   area Yogyakarta dan sekitarnya saja….di daerah lainnya tidak hujan …..

       Munculnya  pramugari cantik dan pramugara  tampan yang berjalan .di lorong pesawat membuat penumpang terasa lebih nyaman, ditambah lagi senyuman nya ke kiri dan dan kanan membuat penumpang merasa ditemani…pramugari paramugara pun tidak terlihat lagi  menuju  ke ruangan ekor pesawat……namun  tiba –tiba….

      Tiba-tiba…. diluar  pengalaman saya ( lagi ), yang  sudah biasanya naik pesawat Garuda….ternyata pramugari pramugari di pesawat ini, itu menjual  makanan juga ! Yah menjual Makanan ,( bukan menyajikan gratis ke penumpang?!-)) , “..Bapak …Ibu Pop Mie-nya …”, ujarnya.


Suasana mulai santai dan beberapa orang mulai tersenyum geli… sambil melihat dagangan yang di bawa pramugari dan barang-barang daganganya.  Ruang pikiran kosong penumpang alias konsumen  pada saat itu yang telah  mengalami ketegangan akibat sensasi turbulensi , berganti dengan sensasi  terdengarnya suara penawaran barang dari pramugari.  Otomatis  “ruang pikiran kosong konsumen dan ereuka kebahagiaan melewati turbulensi ”kayaknya seperti  gampang menangkap merk yang ditawarkan oleh pramugari, belum lagi ada tambahan stimulus dari panca indra ketika Pop mie itu diseduh wanginya ‘sim-siliwir” kemana-mana.  Gabungan sensasi dan stimulus produk yang diterima konsumen menjadi Top of Mind di benak  konsumen  di dalam pesawat itu. Karena tidak ada pesaing competitor Pop Mie di sana dan hanya Pop mie yang tersedia  ( avaibility)  menjadi Brands Recall oleh konsumen di dalam pesawat itu, yang order dan order . Dari pengalaman ini...Memang konsumen harus dibahagiaakan  dulu atau rela pikirannya di kosongkan /difocuskan dulu supaya merk dagang bisa gampang masuk ke memori.

Tentu saja di market yang lebih luas  dan dinamis,  segala bentuk stimuli dan sensasi produk ini harus terus dilaksanakan oleh Brands Manager, Marketing  aktivasi ,supaya produk teringat dibenak  konsumen  baik dengan  stategy  Below the Line maupun  Above the Linen-y,.namun  bila tidak ada Team Sales yang selalu dalam kondisi “Semangat” dalam mendistribusikan dan mengorder barang tetaplah sia sia-- barang tidak akan ada visibility dan availability-nya sehingga  produk tersebut  tidak akan sampai  ditangan konsumen.

Tidak terasa, Kaptain pesawat memberitahukan waktu akan landing ke bendara Halim Perdana Kusuma tinggal beberapa saat lagi,  saya pun reflex melihat ke  arah jendela pesawat . Luar Biasa!! Pemandangan  kota Jakarta di malam hari yang cerah, amatlah Indah!!  Tempat dimana  biasanya saya terjebak macet di jalan arteri  dan toll  jagorawi setiap hari  pulang kerja,, ternyata bila di lihat oleh penumpang pesawat menuju Bendara Halim Perdanakusuma ,  kemacetan  kota Jakarta,  seperti juntaian kalung emas yang jatuh di atas percikan percikan cahaya lampu warna warni.  Dalam hati, sedikit bangga juga saya bisa berkontribusi tiap hari , bila terkena macet di Jakarta…ternyata bila dilihat di atas pesawat -lampu mobil yang sedang  macet sambung - menyambung , meliak-liuk  seperti rantai emas yang jatuh…)))

Pesawat landing dengan empuk dan selamat…ketika penumpang mulai melepas safety beltnya ,  pramugara memberikan pengumuman, : “kepada bapak dan ibu ..mohon kiranya bisa mengembalikan Pelampung bagi yang tadi meminjam bagi beberapa penumpang ….”….

Grrrrr semua penumpang yang di pesawat banyak  yang tertawa, banyak yang nyeletuk “Aduh penumpang Galau”…dll.

Saya hanya berpikir; “ Busyetttt ternyata dibalik itu , sudah ada beberapa penumpang yang well prepared menghadapi cuaca buruk naik pesawat , dengan cara individual meminjam pelampung kepada awak pesawat..””..

Dannnnnn ampuni Tuhan…suasana Arrival ini, banyak  tertawa , tersenyum..geli menggoda , Beda sekali ketika proses Departurenya ,,,????

Maka dari itu , semenjak kejadian itu ,saya menjadi lebih sabar  kalau  kebetulan sedang dilanda macet di Jakarta …dibandingkan dengan  mengalami turbulensi pesawat di udara…(yang tidak ada rest areanya lagi !) …..dan sedikit mengetahui  ternyata macet di jakarta di malam hari  bisa   menyumbangkan pemandangan indah bagi para penumpang  pesawat  yang sedang proses descending menuju bandara tujuan  ….lampu-lampu kendaraan terlihat  ibaratkan    untaian  kalung emas yang jatuh di cahaya  lampu  warna warni kota…




Pengalaman perjalanan di pesawat yang nikmat adalah : Perjalanan tenang, udara cerah, damai....indah....disertai adanya penumpang yang bertasbih dan membaca kitab suci....








Senin, 12 September 2016

Strategy lain untuk mencari pekerjaan. Apa itu ?

Strategy lain untuk mencari pekerjaan. Apa itu ?

Penahkah Anda  di tag di facebook atau media sosial lainya  oleh seseorang  ,”Buka lowongan pekerjaan tidak di sana  di perusahaan kamu ??,” Atau di Whatapps oleh seorang teman,”Bro gue cari kerjaan ada........ kerjaan ngak,di sana ?”
Problemnya bila ia menginginkan langsung menduduki  tahap manager, wuh… tahu sendiri harus memenuhi beberapa tahap seleksi mulai psikotes, interview dan kesehatan, belum lagi masa percobaan bisa enam bulan sampai satu tahun di tambah lagi kalau di dunia sales harus pernah coba di berbagai area. Bahkan perusahaan perusahaan “inti” dan “terfavorit” mencari di Outsourcing-nya  dulu, karyawan yang terlihat  struggle dan berprestasi…baru di jadikan karyawan tetap…jadi istilahnya harus sabar dulu……
                Namun kelihatannya fenomena sekarang dalam hal mencari pekerjaan bisa berbeda di bandingkan  Zaman dulu.   Zaman sekarang kelihatannya calon pencari pekerjaan harus sering melihat atau  jalan jalan ke pabrikan atau kawasan industry…di area-area yang sudah di “segmentasikan” oleh pemerintah daerah setempat . Contohnya kawasan BIC purwarta, KIC Kerawang, cikarang sampai dengan Bekasi lanjut ke gunung putri, setelah lebaran saya lihat di sana banyak sekali pabrik pabrik membuka lowongan dengan menggunakan spanduk dan tertulis jelas posisi kosong yang harus segera diisi. Bahkan sampai ada embel embel “Tidak Dipungut Biaya Apa pun”.




               Saya menemukan lebih dari 3 pabrikan yang membuka lowongan setelah lebaran. Kata temen saya sih hal itu terjadi  karena biasanya pemerintah daerah atau bupatinya  menganjurkan pabrikan atau perusahaan-perusahaan-bisa menerima dulu “masyarakat asli daerah setempat untuk menjadi karyawan”.  Masuk logika sih,- hal itu kan bisa memotong uang operasional seperti kosan dan transportasi sehingga gaji yang diterima “terasa lebih besar”  karena tidak digunakan buat kos atau transportasi  sehingga pasti uang gaji tersebut  bisa digunakan perputaran ekonomi di daerah tersebut (padahal siapapun pekerjanya kan kalau kos disana ..perputaran uang dan belanjanya pasti  terbanyak di daerah tersebut  seperti makan, minum, pergi ke toko, ke mall). Katanya lagi permasalahannya memang di situ juga , bila memaksakan penduduk daerah itu yang kerja disana biasanya  tidak ada *daya juang tinggi atau malah ia menyebutnya “malas”. Nah itu mungkin peran trainer dan training perusahaan internal untuk bisa seleksi dan memotivasi supaya lebih productive dan tidak “malas”. Masuk keperusahaan swasta mungkin jadi opsi ke dua setelah “pekerjaan idamanya” tidak ia capai. Padahal di perusahaan mana pun tidak akan menerima orang yang malas , karena malas dan teledor bisa saja penyebab meruginya suatu  perusahaan dan berdampak kepada semua keluarga karyawan. Contohnya,  bila pabrik itu tutup dikarenakan  team salesnya malas jualan atau karena orang produksi  gagal membuat bahan (jadi perusahaan rugi besar),bisa juga terjadi karena  orang finance- nya salah dalam mengatur keluar masuk neraca keuangan. Semua  hal itu  dibutuhkan calon karyawan   yang mempunyai daya juang tinggi , tidak malas dan ulet…yang sesuai dengan divisi berdasarkan  hasil psikotes,   bakat, kompetensi dan induksi ilmu tertentu sesuai bidangnya kepada para-calon karyawan supaya perusahaan bisa terus berjalan atau istilahnya kontinuitas. 

                Kembali ke strategi mencari pekerjaan, asalnya saya mengira pekerjaan pekerjaan yang di tempel di spanduk-spanduk pabrikan atau perusahaan-perusahaan di kawasan industry itu, berkisar jenis pekerjaannya untuk sang operator atau supervisor , namun setelah saya selidiki dan turun dari kendaraan ternyata Head Of atau Kepala Devisi-pun dicantumkan disana,  Hal ini menggeser praduga juga dikalangan executive  bahwa pekejaaan yang lebih bagus hanya bisa di carikan oleh “job hunter” ( suatu PT atau badan usaha yang selalu menawarkan pekerjaaan yang biasanya “katanya “ lebih bagus di perusahaan yang ia tempati sekarang .)







                Jadi Intusi dan stategy mencari pekerjaan sudah mulai bergeser ke arah lain ,ke arah bidikan ke kawasan  industry yang ada di kabupaten kabupaten ( namun “terlalu” juga yah bila di satu kabupaten tidak ada area industry)…..dengan cara mencari informasi dari teman yang berbeda kabupaten atau supaya lebih meyakinkan diri sendiri : cari waktu untuk jalan jalan sendiri ke area kekawasan di mana pabrikan atau PT itu berada….



Bantu share...ig:redi_story

Jumat, 02 September 2016

"Intuisi  Sales" terbentuk berapa tahun ?

Studi Kasus 4 : Dimana Tambahan barang itu ? Mengapa hal ini terjadi.





Intuisi sales,  sejak kapan muncul ? Untuk menjawab pertanyaan ini saya ingin membandingkan dulu dengan Intuisi pemain sepak bola yang berani di cerca sekaligus dikagumi oleh siapun karena nekad perbuatannya mencetak gol dengan menutup mata? Masih inget siapa ? Yah  Patricio Jimenez striker Persib pada saat itu yang berani menutup mata saat tendangan finalty dan akhirnya berhasil menggolkan untuk persib.  Hebat ? Heran ? Intuisi apa yang ia dapatkan sampai dia bisa tepat mencetak gol ke gawang lawan….dan menjadi phenomena media massa baik cetak maupun elektronik. Apakah mencetak gol sambil menutup mata bisa di lakukan oleh orang –orang yang baru terjun ke olah raga sepak bola? Tentu saja tidak. 


        Coba lihat artikel artikelnya sbb;
Add caption
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    





Atau di youtube judulnya ;” Remember Persib goal tutup mata penalty Patricio Jimenez ! Blind Penalty… Hebat , bukan?




       Patricio Jimenez atau panggilannya Pato menyukai sepak bola saat umur 5 tahun, intuisinya mulai terarah saat dia masih kecil sehingga dia berani menutup mata tanpa gagal melakukan gol finalti. Pada saat umur 13 tahun ia sudah masuk club sepak bola profesional , katanya di luar negeri sana, kalau sudah di atas umur 16 tahun sudah ngak bakalan laku menjadi pemain sepak bola yang dinobatkan atau diusung menjadi “bintang”, Intuisi terarah dan terasah lebih dari 5 tahun sebelum menjadi pemain professional sepak bola.

                
    Kok saya tahu yah…bang Pato??? , Ia,  saya tanyakan langsung ke Bang Pato sendiri….ini dia…..










Nah sekarang untuk mengasah karyawan baru atau calon master di dunia sales sudah terduga kan  dengan melihat   dan melirik  insight cerita di atas?  Lantas bagaimana supaya  intuisi sales cepat muncul  dan terasa peka di sanubari orang orang sales?  Dari masalah ringan sampai masalah rumit, kira-kira memakan waktu berapa tahun  yah? Dari mulai  masalah ringan sampai masalah dasar  yang perlu ditangani khusus. Teory training buat team sales pasti semua sama dari basic training untuk salesman mencakup modul dan latihan presentasi penjualan dan negosiasi, setelah salesman berkembang menjadi supervisor atau coordinator baru harus sudah punya insight dan ilmu territory area bagai mana memetakan dan membedah potensi area, sampai……….26 modul  ilmu yang dipelajari dan di pahami sebelum jadi manager ( channel, distributor, promo, way of working. dll…….).


            Untuk membuktikan hal tersebut saya mencoba memberikan soal yang biasanya yang terjadi dan dimengerti oleh level manager dan supervisor senior ( yang sudah memegang atau istilahnya mengerti distributor management), kepada peserta training “baru” yang mempunyai jabatan coordinator dimana setelah tahap interview dan tahap perkenalan:  mereka mempunyai pengalaman di FMCG dari 0 thn ( dari baru mulai kerja ) s/d 3,5 tahun.. Pendidikannya 80%  S1 dan ia bertugas sebagai coordinator salesman motoris. Permaslahan yang di berikan sbb

 Apakah Anda bisa menjawab juga sebelum membaca jawabannya? 

   Studi kasus 4 ; Dimana tambahan barang itu ? Mengapa ini bisa terjadi ?  

Pada suatu hari , Perusahaan mendapat masalah dari data yang di dapat dari team finance data yang “Mengharukan dan Aneh”. Dan Director Sales pun mengumpukan team Sales Automation (dimana disana background karyawannya dari sarjana teknik informasi dan Komputer  ) Ternyata masalahnya adalah barang primary atau  barang dari pabrik yang  di kirim   ke distributor  adalah Rp 5 M ( 5000 ctn) , tetapi  distributor mencatat  penjualannya adalah Rp  5.5 M. ( 5500 ctn)   Ada selisih 500 juta (500 ctn) ? Darimana  data tambahan yang 500 juta itu…..?  Sementara distributor sudah mendapatkan insentive Rp . 50 juta karena masuk target 110%, dalam artian distributor itu mencatat penjualan closing bukan 5 M (dari barang yang dikirimkan principal/pabrik)  tapi catatan penjualan distributor itu 5.5 M ( berbeda dari data finance  dimana data tersebut di cut off closing bulan Juni)?  Dari mana datangnya barang 500 juta itu ? Team sales data pun tidak bisa menjawab……..karena katanya dari sistem tidak mungkin seperti itu dan tidak mungkin bisa seperti itu ( tetapi kenyataannya mencatat penjualan distributor itu 5.5 M, barang yang dikirim principal 5M di bulan Juni )..
Apa yang terjadi , berikan pendapat anda: ( atau orang yang mau di test ), calon yang sudah memegang distributor, mengerti suply chain, dan mengerti proses finance ( sudah dilibatkan oleh distributornya dalam jual dan beli barang )  akan bisa  lebih mengerti.....

Setelah di cek satu persatu jawabannya : terdapat 4 kelompok besar .......

 Kelompok no . 1                           


      40% menduga sales admin dan salesman lalai  dalam hal ini ?? Tentu saja salah , dan tidak mungkin menambah penjualan 500 ctn , bila stok disistemnya sudah nol.( barang dari mana)

Jawaban seperti ini didapat dari mereka yang kurang pengalaman di dunia sales kurang dari satu tahun….dan belum sampai ilmu mengelola distributor dan financing for distributor…mereka tidak diberi kesempatan untuk bisa berdiskusi dengan bagian keuangan distributor ataupun owner distributor.
     Saya tekankan untuk para peserta yang berpendapat ini jangan dulu men -judge "salah di human error" secara spontan tanpa bukti, diperlukan ketelitian dan pengalaman( intuisi lagi), dengan menyalahkan orang secara terburu buru, tidak akan membuat kamu jadi owner perusahaan secara mendadak bukan? Diskusi kesana kemari cari pemecahan masalah.
                                                      Sales "fiktif " hal yang tidak mungkin --bila di sistem stoknya nol.

Kelompok no :  2
      30%  jawaban yang rata rata dari karyawan  baru ,..... baru di dunia sales --masih kental  dengan ilmu  teorikal-nya .  Dan mengganggap hal ini dikarenakan  ada penambahan pajak  10%  ( mungkin belum lihat invoice “sales “kali yah yang di situ sudah termasuk pajak-dipotong pajak), Teory bagus namun intuisi sebatas teori. . Orang yang baru di dunia sales bila menjawab  soal cerita seperti ini  menjawab seadanya -cukup dua baris saja !!Menandakan harus lebih di dampingi di area ...tidak tahu menjawab," Bagaimana proses "?  Belum matang pengalaman di sales area....



Kelompok  3

    
20%  mereka mengira ada perpindahan barang dari distributor yang satu dengan distributor yang lainnya . Mereka terlihat lehih mengerti karena dilihat dari nilai post "...testnya ada yang nilai 100!! Namun masih belum tajam pemikirannya karena perpindahan barang antar  distributor harus ada surat re alokasi dan di ketahui oleh jajaran team sales data dan automation….jawaban panjang panjang karena ia paham terhadap proses "sales bisa naik" namun belum sampai permasalahan financing distributor.


Kelompok 4 .




Yang benar ---Hanya satu orang,!! Dia  berpengalaman di sales lebih dari 3 tahun dan pernah bekerja di berbagai distributor yang berbeda dan selalu komunikasi dengan berbagai pihak, sehingga intuisi salesnya sudah jalan….

ia mengatakan , " ada perbedaan pencatatan penjualan antara finance pabrik dan stok yang di terima distributor, Contohnya pabrik mengeluarkan penjualan ke distributor atas invoice goods issued tanggal 27 Juni , perjalanan antara pabrik dan distributor 14 hari di laut  dan distributor mencatat penerimaan barangnya pada tanggal 13 Juli sebanyak 500 Jt .

Pengalaman tidak bisa di sanggah ,  sepertinya berlaku untuk team sales,  makin berumur  sarat akan banyak intuisinya,  semakin tajam dibandingkan yang baru baru....mari banyak bertanya kepada yang berpengalaman!!!( asal yang di tanya tidak pelit ilmu tentunya....)


Kamis, 18 Agustus 2016

Study kasus 3 : Penting Mana ? Outlet Aktive atau Effective Call ? Apa itu Outlet Active ? Apa itu Effective Call



Kasus 5 : Advance Bagi yang berpengalaman di Sales.



Perusahaan Multinasional Company di bidang  FMCG  mempunyai sumber Report global yang bisa di lihat oleh siapapun di dalam  dunia kerja  yang terdapat dalam sistem organisasinya. Penyamaan pembacaan report sangat diperlukan,  karena hampir semua distributor mempunyai program internal masing masing. Nama sistem yang akan digunakan saat  ini adalah DMS ( contohnya)

DMS di install di Gadget Team penjualan (Salesman, motoris ),  di mana setelah mengsinkronisasi  data akan masuk dan bisa dibaca oleh Sales Admin, ataupun  siapa saja yang ingin membaca report sales ( dan  tentunya pasti yang mempunyai/diizinkan mempunyai   akses kesana.)

              Salesman  Kartoyo  adalah motoris  yang sudah memakai Gadget yang terinstal DMS.  Ia diberikan target kunjungan ke toko adalah 30 toko  perhari.

Pada hari Senin  saat ini,  ia pergi sesuai SOP –Alur kerja Motoris   yang harus keluar kerja dari Distributor jam 9 pagi .

Pada minggu ketiga di bulan Januari , ia berhasil mendapatkan orderan  rata-rata per hari  24 toko dengan hari kerjanya  dari  hari Senin sampai hari Sabtu.  Penjualannya per faktur per drop size-nya minimal nya Rp. 70.000  dan order tertinggi  Rp. 500.000. Cycle yang ia jalani  di minggu ketiga ini  adalah Cycle 2x4 (dua kali dalam sebulan).  Semua berhasil di Tagging di Gadget dan tepat pukul jam 2 siang , ia  sudah kembali ke  kantor Distributor. Ternyata dari rata-rata  24 toko perhari itu  percis sama dengan kunjungan di toko di minggu pertama di bulan Januari.



Pertanyaan :



1.      Berapakah outlet Aktif pak Kartoyo dalam satu minggu di week ketiga bulan Januari ini?



2.    Apakah besaran jumlah Outlet active pak Kartoyo bertambah bila digabung dengan week 1 Januari? Mengingat cyclenya 2x4  ( dua kali dalam satu bulan atau F1 )



3.    Apa bedanya Effective call dan outlet active?



Jawaban :

1.      24 toko  kali 6 hari = 144 toko per minggu. Dan tokonya sama dengan rute di  week 1 karena cycle sebulan 2 kali dikunjungi yaitu week 1 dan week ke 3

2.      Tidak bertambah karena Toko di week 1 sama dengan toko di week 3 ( cycle 2x4)-di minggu ganjil

3.      Effective call adalah : Jumlah call yang  melakukan transaksi .

      Outlet active : jumlah outlet yang melakukan transaksi min. 1 x dalam satu bulan .
Untuk produk baru, tentu saja marketing meminta outlet active harus memenuhi standar ( apalagi produk itu di iklankan ) supaya menghindari konsumen mencari manakala iklan TV sudah berjalan. Biasanya outlet aktive ini di target manakala ada produk baru. Kemampuan seorang salesman, bisa didapat terindikasi dari Effective call dan Outlet active.
Effcall merupakan indikasi kelarisan suatu produk yang gampang diambil oleh konsumen.Toko bisa saja mengorder seminggu sekali diluar rute salesman ( by phone), atau datang langsung ke distributor bila salesman itu 'lupa' visit ke toko tersebut.Namun biasanya yang dicatat di gawai effective call yang tepat di rute atau plan hari yang tepat.9 bila di gawai tersebut sudah di lock GPS)


Rabu, 17 Agustus 2016

Study kasus 2 : Salesman Rajin namun tidak SMART. Apa yang Anda lakukan?



Kasus 4: ( Advance) bagi yang berpengalaman di sales.



Pak Gito adalah Salesman Motoris yang rajin, yang membawa barang berupa produk-produk  baru,  langsung  bawa dari saddle bag dengan  total value isi  sales dari  saddle bag bila dirupiahkan adalah Rp1 juta/hari. 

Saking rajinnya,.ia jadi malah tidak sabaran menggunakan gawai. Bulan ini pak Gito ingin masuk incentive alias bonus bulanan. Parameter incentive untuk produk baru ini adalah : Call untuk memperkenalkan produk baru sesuai dengan jumlah kunjungan hariannya  dan Effective Call sebagai parameter jumlah call yang melakukan transaksi order untuk produk baru tersebut.

Pada hari ini,  Pak Gito pergi  kelapangan jam 8.30 pagi dan pulang jam 5 sore   ( maklum rajin dan bertekad ingin punya bonus/insentive bulanan). Target call  (kunjungan ke toko ), dia adalah 30 toko/hari.  Target Effective call 24/hari, Target Outlet aktif 24/hari  dan Sales 25 Juta/bulan.

Setiap harinya  pak Gito mempunyai keberuntungan yang sama, karena ia ditempatkan di area yang padat penduduk  dan banyak  tokonya. Dalam seharian ia bisa mencapai hasil kunjungan lebih dari 30 toko bahkan ada sampai  40  Toko !! Ya, 40 toko. Toko yang   orderpun tidak kurang dari 25 toko per hari!!

 Karena banyak tokonya , Ia  menjadi tidak sabaran dalam hal  penggunaan gadget.  Ia tidak lagi memakai gadget pada kunjungan toko ke-18, ke-19, ke-20 dan seterusnya. Ia  malah menggunakan nota bisa sampai toko kunjungan yang ke -25.

Sepulang dari lapangan, di  distributor pada jam  4 sore , pak Gito  selalu menyuruh SA  ( sales admin) untuk mengentri (Back  Office) nota yang ke 18, ke-19….dan seterusnya.  Hari kerja bulan ini adalah 26 hari.

Pertanyaan :

1.      1. Terangkan Apa yang terjadi dari report Pak Gito yang di Baca di system !
2.      2.    Apakah ia masuk Incentive (Bonus) untuk Call, Effective Call? Terangkan!

3.    3. Berapakah outlet aktif yang di miliki pak Gito dalam satu bulan saat ini? Yang tercatat di sistem gawai yang terhubung ke komputer sales admin? Dan dapat       bonuskah pak Gito dari hasil Outlet aktif?

4.      Apa yang anda Coaching  kepada pak Gito? Praktekan role play 





Studi kasus 1 : Apakah Calon Karyawan Anda atau malah Anda yang mempunyai Intuisi" Sales" di FMCG?


Pak Artoyo adalah salesman berumur 35 thn, dia percaya bahwa menjadi  seorang sales adalah “Jual, Jual, dan Jual”. Namun di perusahaan baru FMCG,  pak Artoyo mendapatkan Gadget yang berisi fitur standar buat salesman  FMCG, saking hebatnya perusahaan baru ini fitur toko-nyapun disertai kordinat GPS. Gadget Salesman berasal   dari salesman terdahulu yang  sudah dipromosikan jadi Koordinator/Supervisor. Pak Artoyo berasal dari perusahaan lain yang tidak menggunakan Gadget dan pak Artoyo terkenal Jempolan untuk hubungan baik kepada Toko.

Pak Artoyo berfikir, “ Ah produk disinikan laris, lebih baik saya datang saja ke toko -toko yang sudah saya kenal dan hubungan baik, pasti ordernya banyak !!.

Pada hari pertama kerja, pak Artoyo pun melihat list toko yang ada di Gadget dan ia tersenyum girang.  hari Senin, hari pertamanya bekerja adalah ke area yang toko toko  70% yang ia  kenal... dan pasti dengan hubungan baiknya toko tersebut akan mengorder.

Sesampai di toko pertama, ia membuka Gadget dan “Absen alias memencet Time in” namun tidak sukses sinkronnya.....
“Ahh, “ pikirnya, “Mungkin gadget ini sudah rusak atau belum di update dari salesman terdahulunya- mentang mentang sudah jadi supervisor lupa
mengupdate Gadget !!”-gumamnya..

Pak Artoyo pun order dari toko  yang satu ke toko yang lainnya . Setelah  jam 1 siang ia sudah selesai mengunjungi semua toko yang ia ingat di list gadget (yang dia kenal semua)

Di kantor pak Artoyo bertemu dengan salesman lama yang dulunya mencover area yang ia visit hari ini  , yang sudah jadi Supervisor. Ia berkata “ Bos,  orderan hari ini ,  orderan  saya melampaui target sales. Namun gadget kelihatannya nge-hang atau mandeg nih, atau......apa yah !! Saya dapat bonus besarkan? Saya dapat incentive dari call? Effective call? Dan outlet aktif?

Kordinator hanya tersenyum dan bilang, “ Apakah  kamu sudah mengunjungi toko yang ada di list Gadget ini?,

Pak Artoyo menjawab “ Sudah bos, bahkan toko yang lain telpon langsung dapat orderan, hebat saya kan bos?!”….Katanya bangga ingin menunjukan hubungan baiknya kepada toko.
Si Boss memeriksa gadget salesman Artoyo...ia cek gadgetnya tidak ada masalah apapun baik pulsa , singkronize, ataupun fitur yang lainnya...

, “Iya”, kata si Boss, “ Namun bila kamu keterusan begini ,kamu hanya dapat incentive dari  total sales saja ! incentive dari Effective Call, Call ,... HAANGUUS !!! Bonus dari Outlet Aktive juga hanya sebagian....gadget  mengajarkanmu supaya  lebih disiplin dan tertib..."

Pak Ariyo melongo. .  . . . . . KENAPA ????

Terangkan mengapa hal ini bisa terjadi !! makin lengkap jawaban makin ternilai pengalamannya di dunia sales.....